Biografi terkait Sukarno M. Noor - Situs Web Kepustakaan Tokoh Perfilman Indonesia
 

 

BERANDA BIOGRAFI BUKU FILM FOTO ARTIKEL KOMENTAR PENGHARGAAN

Biografi

Sukarno M. Noor : Pemain, Produser dan Sutradara.

Lahir di Jakarta, 13 September 1931. Meninggal dunia di Jakarta, 27 Juli 1986. Pendidikan: SLA, ATNI. Namanya diambil dari Presiden pertama RI, karena ayahnya M. Noor yang Minang mengagumi semangat juang dan kukuh pada prinsip dari proklamator itu. Ternyata memang ia aktor yang teguh pada prinsip. Biarpun kerja di PTT (Kantor Pasar Baru, Jakarta), tapi dia tinggalkan karena asyik main teater dan jadi figuran dalam Meratjun Sukma (1953).

Peran utamanya baru didapat dalam Gambang Semarang (1955). Dalam Anakku Sajang (1957), ia menang pada Festival IndoneŽsia 1960. Lalu pada Pekan Apresiasi (festival) Film Nasional 1967 kembali rneraih gelar aktor terbaik lewar Dibalik Tjahaja Gemerlapan (1966) dan Menjusuri Djedjak Berdarah (1967). Untuk penghargaan best actor/actress PWI Jaya bahkan meraih 2 kali berturut-turut, lewat Jembatan Merah (1973-1974) dan Rajajin Penjaga Pintu Kereta (1974-1975). Piala Citra diraih lewat Kemelut Hidup pada FFI 1979. Bahkan sebelum meninggal, ia sempat masuk nominasi Citra untuk aktor pembantu dalam Opera Jakarta pada FFI 1986. Memang ia orang yang konsekuen, hidup hanya dati dunia peran, baik di pentas film dan TV. Lakon Runtuhan (1953) merupakan langkah pertama di panggung dan Terkepung (1964) adalah penampilan pertamanya di TV. Yang terakhir jadi Pak Kobar dalam Orang Asing (episode serial Rumah Masa Depan) yang ditayangkan TVRI. Pernah coba-coba jadi produser melalui Kartika Bina Prima yang menghasilkan hanya saru film, Honey Money and Djakarta Fair (1970). Serta Karno's Film yang menghasilkan Selamat Tinggal Duka dan Yang Kembali Bersemi, keduanya produksi 1980, dimana dia merangkap sebagai sutradara. Dipimpin anaknya Rano Karno, pada 90-an Karno's Film sukses dengan Si Doel Anak Sekolahan. Dia juga pernah jadi ketua Umum PARFI pada dua masa bakti (1978-1980 dan 1980-1983). Menerima Hadiah Surjosoemanto (yang pertama) dari Dewan Film Nasional (DFN) pada 1985.

Filmografi : Meratjun Sukma (1953), Gambang Semarang (1955), Tjorak Dunia (1955), Daerah Hilang (1956), Sri Kustinah, Anakku Sajang, Air Mara Ibu (1957), Tjambuk Api, Sesudah Subuh (1958), Bertamasja (1959), Istana Jang Hilang (I960), Pagar Kawat Berduri (1961), Ekspedisi Terackhir (1964), Sahabat-Sahabat Dalam Gelap (1965), Dibalik Tjahaja Gemerlapan (1966), Menjusuri Djedjak Berdarah (1967), Djampang Mentjari Naga Hitam (1968), Big Village (1963), Honey, Money and Djakarta Fair (prd, 1970), Lewat Tengah Malam, Si Gondrong (1971), Si Bongkok, Pemberang, Mama (1972), Si Doel Anak Betawi, Jembatan Merah, Yatim (1973), Romi dan Juli, Senyum Di Pagi Bulan Desember, Raja Jin Penjaga Pintu Kereta (1974), Balas Dendam (1975). Kemelut Hidup, Yang Muda Yang Bercinta, Suci Sang Primadona (1977), Binalnya Anak Muda, Pacar Seorang Perjaka, Begadang, Rhoma Irama Berkelana I & II (1978), Puspa Indah Taman Hati, Juwita (1979), Selamat Tinggal Masa Remaja, Ratapan Anak Tiri II, Senyummu Adalah Tangisku, Selamat Tinggal Duka, Yang Kembali Bersemi (std+prd 1980), Nostalgia Di SMA, Aladin Dan Lampu Wasiat (std, 1980), Lima Sahabat (1981), Titian Serambut Dibelah Tujuh (1982), Musang Berjanggut (1983), Opera Jakarta (1985) dan lain-lain.

Sumber : Sinematek Indonesia